(Kotak mesej pertama)

Thursday, 28 August 2014

Raja dan permaisuri .

Tersungkur mati jiwa begini .
Tidak pernah dirimu tahu rasa ini .
Tahukah dirimu kasihmu kian berlalu .
Tidak pernahkah dirimu merasa kasihmu itu perlu .

Hari kian berlalu sikapmu masih serupa .
Hadirnya diriku di istanamu tidak ku rasa perlu 
Hitamnya jiwaku bila begini selalu .
Hakikatnya rajaku dan permaisuri itu kasihnya berlalu dan tiada .

Kisahnya hidup kalian tidak lagi seperti dulu .
Kasih kalian jua berubah .
Kehadiran diriku tidak dirasa perlu .
Kesakitan ini biar berlalu sudah .

Tidak berdaya menunjuk emosi .
Tiada apa mahu dikatakan kala diri tidak perlu .
Terkaku diri bilamana baran kalian menyeksa diri .
Tanpa iman diri pasti diri ini pergi dengan yang berlaku .

Hidup ini tidak seperti dulu ku rasa .
Dikala adilnya kalian tiada .
Hari yang berlalu terasa sukar .
Dikala impian diri ke menara gading tiada pastinya terus bersabar .

Dikala diri ini ditinggal pergi .
Dirasa diri bagaikan dayang .
Pulangnya kalian hanya mencari salah ini  .
Perginya ini terasa melayang .

Tiada tempat untuk dituju .
Silaturahim terputus kerana sikap kalian .
Tidak ku rasa hidupnya ikatan keluarga .
Sifat satunyaNYA DIA itu ditanam perginya berlalu .

Harta di dunia dikira dibawa mati .
Hidupnya kalian dengarnya nasihat tiada pasti .
Didik anakmu adilnya tiada .
Ditanggung dunia mungkin pasti ada .

Diriku merasa wujudnya ALLAH itu .
Duri yang dirasa pasti dibalas .
Ku tahu dirimu tunjang hidupku .
Kalian menyeksa jiwaku ku biarkan berlalu .

Sayangnya diriku pada kalian terputus tiada .
Siapa diriku tanpa kalian .
Hadirnya diriku mungkin satu watak kecil pada kalian .
Hadirnya kalian memberi seribu makna .

#ayahdanibuwalikeramat
Miss azio
30 ogos 2014
07:13am

No comments:

Post a Comment